BERBAGI

KABARPANDEGLANG.COM – Kehamilan adalah momen yang paling membahagiakan dalam hidup setiap perempuan. Hari demi hari yang berlalu saat hamil terasa sangat cepat. Hingga tanpa sadar HPL (Hari Perkiraan Lahir) sudah ada di depan mata.

Calon ibu pasti dirundung kepanikan karena hari yang paling dinantikan sebentar lagi tiba, apalagi calon ibu yang baru pertama kali hamil. Kepanikan tersebut berasal dari bayangan rasa sakit yang akan dirasakan jika melahirkan secara normal serta kurangnya pengetahuan tentang persiapan menjelang persalinan.

Perlu diketahui bahwa persiapan menjelang persalinan tidak sekadar memasukkan barang-barang ke dalam tas dan membawanya ke rumah sakit atau rumah bersalin. Persiapan menjelang persalinan lebih kompleks karena persiapan tersebut meliputi persiapan untuk rumah dan rumah sakit.

Persiapan untuk rumah yang harus diperhatikan menjelang hari persalinan, antara lain:

Mencari Bantuan

Mengurus bayi yang baru lahir tergolong merepotkan, apalagi jika bayi tersebut adalah bayi prematur atau bayi kembar. Ibu pasti merasakan kerepotan yang luar biasa. Oleh karena itu, tidak ada salahnya meminta bantuan kepada keluarga atau tetangga untuk membantu mengurus bayi selama beberapa minggu setelah persalinan.

Apalagi bagi ibu yang baru melahirkan, bantuan dari sekitar sangat dibutuhkan untuk meringankan beban mengurus bayi serta mempercepat waktu adaptasi menjadi ibu. Selain itu, cari bantuan untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga, seperti memasak, mencuci pakaian, dan membersihkan rumah sehingga ibu tidak terlalu repot.

Mungkin banyak orang yang berpikir bahwa mencari bantuan terlalu berlebihan. Namun, percayalah bala bantuan merupakan cara supaya ibu tidak merasa lelah setelah persalinan serta mengurangi risiko terkena baby blues syndrome dan post partum depression.

Lunasi Berbagai Macam Tagihan Rumah Tangga

Persiapan yang satu ini memang terkesan sepele, namun bisa runyam jika diabaikan. Sebelum persalinan, tidak ada salahnya melunasi semua tagihan rumah tangga seperti listrik, air, internet, cicilan rumah, cicilan mobil, iuran sampah, dan tagihan lainnya. Hal tersebut harus dilakukan karena setelah melahirkan waktu sepenuhnya tercurah pada bayi.

Baca Juga :  Arti dan Makna Tagline Pada Logo HUT Kabupaten Pandeglang 143

Masalah tagihan kerap kali dilupakan. Oleh karena itu, siapkan sejumlah uang untuk melunasi semua tagihan tersebut. Jika jumlah uang terbatas, tidak ada salahnya mencari pinjaman uang onlinedari lembaga penyedia pinjaman uang online dengan cepat dan mudah, seperti monily online.

Lengkapi Kebutuhan Bulanan

Setelah melahirkan, tidak ada banyak waktu yang tersedia untuk berbelanja karena kesibukan mengurus bayi. Sehingga, tidak ada salahnya melengkapi kebutuhan bulanan lebih awal, seperti beras, sabun, detergen, dan kebutuhan lainnya. Lengkapi pula kebutuhan bayi sejak jauh-jauh hari seperti pakaian, popok, tisu basah, waslap, deterjen khusus untuk bayi, dan masih banyak lagi. Persiapan untuk ibu yang baru melahirkan juga tidak boleh dilewatkan seperti pembalut, kain kasa, obat pereda nyeri, dan lain sebagainya.

Babyproof Rumah

Babyproof rumah merupakan kegiatan mempersiapkan rumah supaya siap untuk menyambut kedatangan bayi. Kegiatan ini wajib dilakukan untuk memastikan apakah rumah sudah layak dihuni oleh bayi. Kegiatan babyproof rumah dilakukan dengan cara menyiapkan kamar khusus untuk bayi beserta perlengkapan bayi yang lain.

Kemudian, cuci lagi pakaian orang tua supaya lebih bersih dan steril dengan deterjen khusus bayi yang tidak mengandung parfum dan bahan kimia yang berbahaya. Babyproof rumah meliputi hal-hal yang detail seperti menutup sudut meja yang lancip dan stopkontak ketika bayi sudah beranjak besar dan menjadi lebih aktif.

Baca Juga :  Mengenal Asal Usul dan Sejarah Terbentuknya Kabupaten Pandeglang

Selain itu, babyproof rumah juga menyangkut pembagian tugas rumah tangga antara suami dan istri. Tidak ada salahnya berdiskusi dengan suami terkait pembagian tugas rumah tangga setelah kehadiran bayi di rumah.

Diskusi tersebut bertujuan supaya suami dan istri memahami seberapa siap pasangan dalam menyambut kehidupan baru di rumah. Sehingga, kesalahpahaman dalam mengurus rumah tangga atau bayi dapat dihindari.

Kemas Tas Bersalin

Jika kehamilan sudah memasuki usia tujuh atau delapan bulan, segera siapkan tas bersalin. Siapkan dua buah tas atau koper untuk mengemas kebutuhan bayi dan orang tua. Kebutuhan bayi meliputi pakaian, popok, kain bedong, dan lain-lain. Kebutuhan untuk orang tua meliputi pakaian bersih untuk ibu dan ayah yang mendampingi selama di rumah sakit, peralatan mandi, dan lain sebagainya.

Tas atau koper tersebut dimasukkan ke dalam bagasi mobil sehingga selalu siap sedia jika waktu melahirkan sudah tiba. Jika tidak memiliki mobil, letakkan tas atau koper di bagian rumah yang mudah dilihat seperti di ruang tamu serta cari tahu informasi kontak taksi atau ambulans.

Sedangkan, persiapan persalinan yang dibutuhkan selama di rumah sakit atau rumah bersalin antara lain:

Daftarkan Persalinan ke Rumah Sakit atau Rumah Bersalin

Hari Perkiraan Lahir yang ditetapkan dokter kandungan atau bidan memang tidak selalu tepat, namun tidak ada salahnya mendaftarkan persalinan ke rumah sakit atau rumah bersalin. Pilihlah rumah sakit atau rumah bersalin yang merupakan tempat dokter kandungan atau bidan yang biasa memeriksa kehamilan bertugas.

Sehingga, persalinan bisa ditangani orang yang memahami kondisi kandungan. Pendaftaran persalinan sejak awal bertujuan untuk menghindari kerepotan dalam mengurus birokrasi persalinan begitu ibu hamil merasakan kontraksi.

Baca Juga :  Curug Dago Air Terjun Tersembunyi di Bandung, Peta Lokasi

Cari tahun informasi yang lengkap mengenai rumah sakit atau rumah bersalin yang dituju seperti fasilitas untuk ibu, bayi, dan pendamping, barang-barang yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan, kebijakan pengunjung, dan rincian biaya. Pahami pula bangunan rumah sakit atau rumah bersalin.

Sehingga, tidak perlu bingung mencari pintu masuk, tempat parkir, tempat check-in, dan lainnya. Selain itu, rencanakan rute perjalanan dari rumah menuju tempat bersalin yang bebas dari hambatan. Sehingga, ibu hamil yang akan melahirkan bisa mendapatkan pertolongan dengan segera.

Tentukan Pendamping Persalinan

Persiapan yang satu ini merupakan persiapan yang bersifat pribadi. Namun, tidak ada salahnya ibu hamil mempersiapkan yang satu ini sejak dini supaya tidak bingung saat waktu persalinan tiba. Ada tipe ibu yang menyukai persalinan bersama orang terdekat seperti suami, orang tua, mertua, dan bidan.

Sehingga, ibu bisa merasakan dukungan yang luar biasa selama persalinan. Di sisi lain, ada ibu yang menyukai persalinan secara tenang dengan didampingi tenaga medis saja. Pertimbangkan hal yang satu ini dengan matang untuk menghindari kesalahpahaman antara anggota keluarga, terutama keluarga sendiri dan keluarga mertua.

Selain itu, perlu diketahui bahwa melahirkan sangatlah melelahkan. Kunjungan dari keluarga dan rekan tanpa henti membuat ibu dan bayi tidak bisa mendapatkan istirahat yang cukup. Oleh karena itu, bersikaplah tegas untuk membatasi kunjungan.

Ikuti Kelas Persiapan Persalinan

Supaya ibu tidak kaget dengan persalinan, tidak salahnya ibu mengikuti kelas prenatal atau persiapan persalinan secara rutin, terutama ibu yang baru hamil anak pertama. Kelas prenatal akan mengajarkan teknik relaksasi dan pernapasan yang bermanfaat saat persalinan. Kelas ini juga menjadi tempat untuk berkonsultasi mengenai hal-hal tabu terkait kehamilan dan persalinan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here